Usaha Penggemukan Sapi Potong

Sapi Potong

Sapi Potong

Usaha Penggemukan Sapi Potong

Sapi Potong, Sapi potong merupakan jenis ternak yang mempunyai nilai jual tinggi diantara ternak ternak lainnya. Pada umumnya masyarakat membutuhkan hewan ini untuk dikonsumsi, karena kandungan proteinnya yang tinggi. Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan daging yang juga meningkat, oleh karena itu usaha sapi potong merupakan salah satu usaha yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Saat ini usaha penggemukan sapi potong biasanya di dominasi oleh peternak besar maupun kecil. Ada juga beberapa peternak perorangan di beberapa pedesaan di Indonesia. Masih sangat jarang perorangan di kota kota besar yang mengalokasikan investasi mereka pada business ini karena mereka mengganggap bisnis ini awam dan tidak memberikan keuntungan yang besar, padahal pada kenyataannya bisnis ini tidak terlalu sulit dan memberikan keuntungan yang cukup besar.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh peternak tradisional dalam peternakan sapi adalah produktivitas ternak sapi yang rendah. Salah satu factor penyebab rendahnya produktivitas adalah pemilihan pakan ternak yang tidak sesuai dengan sistem penggemukan sapi modern juga system kebersihan kandang yang kurang baik.

Prospek usaha penggemukan sapi potong ini cukup lumayan besar. Untuk menjadi pengusaha penggemukan sapi potong perlu diperhatikan prinsip-prinsip teknologi yang secara umum. Berikut prinsip-prinsip Penggemukan Sapi Potong:

1. Murah

Komponen biaya operasional terbesar dalam pemeliharaan sapi potong adalah pakan. Dengan prinsip Murah, maka pakan sapi akan selalu berhubungan dengan limbah. Terutama limbah yang keberadaannya bersifat kontinyu. Karena belum/ tidak memiliki limbah sendiri yang bisa untuk pakan sapi, maka kami sementara ini baru bisa memanfaatkan limbah tahu (ampas dan air tahu). Sedangkan konsentrat yang kami gunakan semuanya juga berbahan baku limbah, konsentrat produk ‘home industry’ yang harganya murah. Karena kami menyadari bahwa ini bukanlah konsentrat ideal, maka untuk meningkatkan mutu menu pakan sapi kami, diperlukan suplemen nutrisi lain yang sudah teruji oleh kami sendiri. Yang pasti pakan sapi yang kami berikan wajib mengandung unsur-unsur makro dan mikro yang diperlukan oleh sapi dalam jumlah yang cukup.

2. Mudah

Mudah disini mengacu pada cara meramu menu pakan dan operasional lainnya. Setiap peternak memiliki cara/ trik tersendiri yang dianggap mudah tapi efektif. Kami meramu pakan hanya dengan tiga langkah yaitu, a) Tuang b. Aduk dan c. Hidangkan. Dengan tiga langkah tersebut meramu pakan menjadi mudah dan cepat.

3. Berkualitas

Kulitas disini mengacu pada hasil akhir produk/ panen kami, yaitu sapi dan daging. Sapi yang berkualitas memiliki bulu yang halus (tidak berdiri), kulit cerah, dan nafsu makan yang bagus. Sedangkan daging dinilai oleh pihak eksternal yaitu jagal dan penjual daging. Dari tiga jagal langganan kami semuanya mengacungi jempol terhadap kualitas daging hasil sembelihan sapi-sapi kami. Menurut ketiga jagal langganan, daging dari sapi-sapi yang kami gemukkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) Lemak sangat sedikit, relative tidak ada b). Warna daging cerah c) Kandungan air-nya paling sedikit d) Lebih tahan lama disimpan diluar kulkas. Semuanya dibenarkan juga oleh para penjual daging yang mengambil dari jagal-jagal kami tersebut. Pertanyaan berikutnya adalah apa rahasia kami untuk menghasilkan sapi dan daging yang berkualitas seperti itu?.

4. Menguntungkan

Dengan menu pakan yang relative murah dan dengan penambahan berat badan rata-rata perhari (ADG) 1.6 – 1.8 kg, dan yang ekstrim bisa mencapai diatas 2 kg, bahkan ada yang 2.6 kg, maka rasio antara biaya pakan dibanding keuntungan sudah jauh diatas batas minimal 1 : 1. Rasio minimal 1:1 artinya adalah setiap pengeluaran 1 rupiah pakan menghasilkan keuntungan senilai 1 rupiah. Contoh: Pemberian pakan sehari Rp. 15 ribu harus sedikitnya memberikan keuntungan senilai Rp. 15.000/hari. Dengan ADG 1,6 – 1.8 kg, maka nilai keuntungan akan jauh lebih besar dibanding nilai rasio minimal tersebut.

5. Perputaran uang yang cepat

Dengan sistem penggemukan 40 – 60 hari memungkinkan perputaran uang jauh lebih baik daripada sistem konvensional dengan lama penggemukan 4 bulan atau lebih. Potensi keuntungan akan lebih baik dengan sistem ini.

6. Ramah lingkungan

Dengan pakan dari limbah alam, ditambah dengan nutrisi organik, maka menghasilkan daging organik, dan kotoran organik tanpa bau, semuanya bermuara pada ramah lingkungan. Inilah yang mungkin bisa dikatakan “lower cost, zero waste”.

Share This Post

Recent Articles

Leave a Reply

© 2016 Proposal Usaha. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie