Tips Menjadi Distributor/Supplier

Suppllier

Suppllier

Tips Menjadi Distributor/Supplier

Mencari harga grosir yang termurah merupakan idaman bagi para pelaku bisnis. Diperlukan sedikit waktu untuk melakukan hal ini, sehingga harga jual produk yang kita pasarkan dapat bersaing. Disini saya hanya membatasi pembelian grosir dengan sistem cash, karena biasanya dengan sistem ini kita bisa memperoleh harga yang murah dibandingkan dengan sistem kredit. Walaupun tidak menutup kemungkinan jika kita punya hubungan baik dengan perusahaan itu, kita juga bisa mendapat harga yang murah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :

  • Besaran Discount
  • Berat Produk
  • Biaya Transport
  • Harga Pokok Pembelian

Besaran Discount.

Hal pertama yang biasanya menjadi daya tarik bagi calon pembeli adalah besaran discount yang ditawarkan. Tidak salah memang, tapi kita perlu cek terlebih dahulu apakah harga jual yang ditawarkan sudah dinaikkan terlebih dahulu atau tidak ? apakah kita sudah memperhitungkan dengan ongkos kirim dari daerah tersebut ? Banyak sekali calon agen yang terjebak dengan hal ini, mudah-mudahan anda tidak termasuk dalam kelompok ini.

Berat Produk

Hal ini perlu kita ketahui untuk menentukan perusahaan ekspedisi mana yang akan kita gunakan, apakah perlu melalui udara atau cukup melalui laut. Dengan pertimbangan berat keseluruhan produk yang akan kita pesan.

Biaya Transport

Saya menjumpai beberapa agen kurang memberikan perhatian terhadap hal yang satu ini, padahal jika kita bisa menekan biaya transport maka daya saing jual produk kita akan semakin baik. Bagi anda yang biasa melakukan pengiriman dalam jumlah besar sebaiknya menggunakan jasa perusahaan yang menerapkan sistem perhitungan coli. Jika jumlahnya tidak terlalu besar, kita bisa pertimbangkan menggunakan jasa perusahaan yang menggunakan sistem perhitungan coli atau perhitungan /kg dengan berat minimal

Sebaiknya menghindari menggunakan jasa perusahaan yang hanya menggunakan tarif perhitungan berat (kg) murni, walaupun sudah terkenal namanya.

Harga Pokok Pembelian

Setelah poin 1 dan 2 sudah kita lalui, mulailah menghitung Harga Pokok Pembelian produk yang akan anda beli.

Harga Pokok Pembelian = Harga (netto) produk + Biaya Transport

Contoh perhitungan :

Perusahaan ABC yang berkedudukan di kota J menawarkan produk grosir :

100 pcs sabun dengan harga satuan Rp. 1.000,-
Berat 1 pcs sabun = 100 gr
Discount 30%
Biaya kirim Rp. 15.000/kg

Invoice dari perusahaan ABC :
[(100 x Rp. 1.000) – disc 30%] = Rp. 70.000,-
By transport :
100 gr x 100 pcs = 10 kg
10 kg x Rp. 15.000 = Rp. 150.000,-

Harga Pokok Pembelian :
Rp 70.000 + Rp. 150.000,- = Rp. 225.000,-
Harga Pokok Pembelian per satuan :
Rp. 225.000 / 100 = Rp. 2.250

Perusahaan XYZ yang berkedudukan di kota S menawarkan produk grosir :
100 pcs sabun dengan harga satuan Rp. 1.000,-
Berat 1 pcs sabun = 100 gr
Discount 20%
Biaya kirim Rp. 100.000/coli

Invoice dari perusahaan XYZ :
[(100 x Rp. 1.000) – disc 20%] = Rp. 80.000,-
By transport :
Rp. 100.000,-

Harga Pokok Pembelian :
Rp 80.000 + Rp. 100.000,- = Rp. 180.000,-
Harga Pokok Pembelian per satuan :
Rp. 180.000 / 100 = Rp. 1.800

Jadi untuk keputusan pembelian grosir lebih disarankan memilih mengambil dari kota S. Meskipun discount yang ditawarkan hanya 20%, tapi dengan biaya transport yang ringan akan ikut menekan harga perolehan sabun. Kecuali jika perusahaan ABC di kota J bisa memberikan alternatif tarif pengiriman yang lebih rendah atau minimal sama dengan perusahaan XYZ, maka lebih baik melakukan pembelian grosir di kota J.

Sebaiknya kita tidak menaikkan harga jual produk di atas harga resmi yang telah ditetapkan produsen, untuk itu pemilihan lokasi pengambilan produk grosir akan sangat menentukan daya saing penjualan kita

 

peluang menjadi distributor unilever

Share This Post

Recent Articles

Leave a Reply

© 2016 Proposal Usaha. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie