Budidaya Rajungan

Panen Rajungan

Panen Rajungan

Budidaya Rajungan

Permintaan pasar luar negeri mengenai rajungan yang tinggi mendorong eksploitasi sumber daya laut secara besar-besaran tanpa memperhatikan kelestarian rajungan itu sendiri. Namun, meskipun rajungan sudah mulai langka di laut, kita juga tidak bisa menghentikan penangkapan rajungan. Banyak nelayan yang masih menggantungkan hidupnya dari hasil menangkap rajungan.

Menghentikan penangkapan rajungan untuk menjaga kelestarian sumberdaya ini bukanlah solusi yang bijaksana karena begitu banyak anak bangsa yang menggantungkan hidupnya dari industri rajungan.  Perlu intervensi teknologi budidaya untuk meningkatkan produksi tanpa menekan populasi alami dan mengajak nelayan untuk membudidayakan rajungan guna memenuhi kebutuhan ekspor tanpa mengabaikan kelestarian sumberdaya rajungan di alam.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan budidaya rajungan. Dengan budidaya rajungan ini bisa lebih menguntungkan dari berbagai pihak. Baik itu dari nelayan penangkap rajungan, pemerintah dan pasar ekspor rajungan. Habitat rajungan di alamnya juga masih bisa lestari.

Berikut ini cara budidaya rajungan yang mungkin bisa menjadi referensi unutk membuka usaha bagi Anda yang mencoba budidaya rajungan.

Pemilihan Tempat Budidaya Rajungan

Tempat budidaya rajungan yang tepat adalah di daerah yang mana terdapat air payau. Pertimbangkan pula mengenai kedalaman air dimana rajungan tersebut akan dikembang biakan dan juga dekat jauhnya lokasi dengan akses pembeli maupun pekerja yang memelihara rajungan anda.

Desain Kandang Rajungan

Pada umumnya pilihan kandang yang tepat adalah yang berbahan bambu dengan ukuran 140x70x25 cm. Manfaat memilih kandang bambu karena aspek fleksibilitas dan kemudahan untuk digunakan terutama dalam proses penggemukan kembali.

Pemilihan Bibit Rajungan

Tidak mudah memang memilih bibit rajungan yang baik akan tetapi ada beberapa cara yang perlu anda ketahui seperti dengan memilih yang memiliki tubuh bersih, tidak beraroma busuk, dan memiliki bentuk fisik yang tidak cacat. Satu lagi yang perlu dipertimbangkan adalah faktor harga bibit. Semakin mahal biasanya akan semakin bagus kualitas bibit tersebut tentunya. Namun jangan lupa menawar untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Perawatan dan Panen Rajungan

Mengenai perawatan setelah pembenihan kepiting, maka yang dapat Anda perhatikan adalah mengenai kualitas pangan yang anda sediakan bagi rajungan anda. Setidaknya anda harus memberikan pangan pada ternak rajungan anda dua kali sehari dengan beberapa makanan berkualitas seperti kulit kerang, potongan ikan, sisa makanan dapur, dan bermacam jenis pangan rekomendasi yang lain. Apabila mengenai cara panen, anda dapat menggunakan tenaga anda sendiri atau juga menyewa tenaga guna membantu proses panen terutama bila anda memiliki skala ternak rajungan yang besar.

Demikian cara budidaya rajungan yang baik dan benar. Semoga bermanfaat.

Share This Post

Recent Articles

Leave a Reply

© 2016 Proposal Usaha. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie